All about Innovation💡, Law⚖️, Management📝, & Soccer⚽: Setimpalkah Hukuman untuk Para Koruptor di Indonesia Saat Ini?

IWA

Sabtu, 01 Maret 2025

Setimpalkah Hukuman untuk Para Koruptor di Indonesia Saat Ini?

Masih ingat kasus mega korupsi timah yang menyeret pengusaha kelas kakap Harvey Moeis cs yang berakhir dengan hukuman untuk pelaku utama Harvey Moeis berupa hukuman penjara selama 20 tahun dan ganti rugi sebesar Rp 420 miliar masih menimbulkan kekecewaan di mata publik. Bagaimana tidak, kasus tersebut merugikan negara sebesar Rp 271 triliun tapi pelaku hanya mengganti kerugian sebesar Rp 420 miliar, belum lagi tempat penjaranya dikhawatirkan disulap seperti kamar hotel dan diberikan keistimewaan lainnya, tentunya asal ada duit, serta pelaku terlihat masih terlihat masih bisa senyum tanpa ada penyesalan. Tidak hanya negara yang dirugikan, tapi juga PT Timah, masyarakat berikut lingkungan hidup di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gaya hidup super mewah dari para pelaku dan keluarganya ini menambah kegeraman publik di saat banyak rakyat Indonesia yang hidupnya sengsara, salah satunya diakibatkan dari ulah koruptor ini. Betapa besar daya merusaknya tidak sebanding dengan hukuman yang diberikan kepada pelaku ini. Itulah kenapa koruptor dianalogikan sebagai tikus berdasi dan pelakunya disebut telah melakukan kejahatan luar biasa. Ketika tikus berdasi hidup kemudian berkeliaran di rumah bisa menipu orang di sekitarnya karena terlihat memesona dari penampilannya (padahal menipu) lalu secara perlahan menggerogoti barang-barang di sekitarnya, mulai dari barang belanjaan, makanan, minuman, kabel, sampai pakaian. Bahkan ketika tikus tersebut mati, maka tetap menyusahkan orang di sekitarnya karena bau bangkainya yang menyengat dan lokasi matinya di tempat yang tersembunyi. 


Belum usai kasus tersebut, Indonesia kembali dihebohkan dengan kasus mega korupsi yang lebih dahsyat, yaitu kasus korupsi Pertamina Patra Niaga sebesar Rp 968 triliun yang menyeret pelaku utama direktur utamanya (Riva Siahaan) beserta 8 bos besar lainnya dari perusahaan swasta. Modusnya adalah mengoplos Pertamax dengan kualitas Pertalite. Hal tersebut juga mengakibatkan masyarakat pengguna setia Pertamax dirugikan sekitar Rp 17, 4 triliun per tahun (sumber: TEMPO). Kerugian mencakup penipuan kualitas bahan bakar dan dampak jangka panjang terhadap performa kendaraan yang diisi Pertamax oplosan. Kasus ini lebih dahsyat dari kasus korupsi PT. Timah karena berdampak langsung ke masyarakat luas pengguna setia Pertamax dan cakupannya meliputi seluruh wilayah Indonesia. Kasus ini harus terus dikawal terutama saat penjatuhan hukuman nanti.


Tapi, kita harus apresiasi juga komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, untuk mengungkap dan memberantas kasus korupsi terutama kelas kakap. Tentunya harapan berikutnya adalah proses penjatuhan hukuman yang lebih adil dan setimpal dengan perbuatan pelaku, karena jujur saja melihat hukuman Harvey Moeis dirasa masih terlalu ringan. Jika di negara Tiongkok, hukuman mati cukup efektif menekan angka korupsi, maka di Indonesia masih sulit diterapkan karena berbenturan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dan nilai-nilai Pancasila. Sebetulnya kalau ingin itung-itungan, ulah koruptor ini juga melanggar HAM rakyat yang terzalimi, membuat hidup rakyat semakin susah, melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama yang berkaitan dengan moral dan kemanusiaan, ditambah lagi merusak lingkungan hidup. 


Maka, sejauh ini untuk langkah awal, kekuatan netizen di media sosial untuk mengawal terus dan memviralkan kasus tersebut, serta memberikan sanksi sosial sampai menguliti kehidupan super mewah para pelaku dan keluarganya cukup efektif. Akun media sosial pelaku (jika ada) menjadi sasaran empuk netizen. 


Berikutnya adalah pihak berwenang untuk selalu melakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) terhadap pemberantasan korupsi di negara-negara maju, tentunya disesuaikan dengan kondisi bangsa, berikut sistem hukumnya. Umumnya, negara dengan sistem hukum yang bagus dan adil, maka ekonominya juga baik, pendidikan terjangkau, rakyatnya sejahtera, dan tingkat kriminalitas rendah. Begitupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di Indonesia, kok bisa ya menjadi sarang korupsi, perlu dievaluasi juga salah satunya dengan melakukan ATM juga terhadap BUMN di negara maju yang rendah korupsinya.

Saya sempat berpikir ok walau hukuman mati sulit diterapkan, tapi para koruptor ini diwajibkan mengganti uang kerugian negara secara setimpal ditambah uang kerugian rakyat yang terzalimi dan lingkungan hidup (biaya sosial). Tentunya harus segera disahkan juga RUU Perampasan Aset Koruptor. Jika itu terwujud, maka rakyat Indonesia akan semakin terpenuhi hak hidupnya, bisa semakin sejahtera, dan memberikan efek jera kepada pelaku. Dengan demikian:

1. Tidak perlu ada lagi kenaikan tarif pajak, BBM, dan tagihan ini itu yang memberatkan rakyat. Jangan sampai kerugian negara akibat korupsi justru ditanggung oleh rakyat melalui kenaikan tarif pajak sementara penghasilan rakyat tidak naik. Itu kezaliman baru namanya 

2. Sembako terjangkau

3. Utang negara diminimalisir

4. Lapangan kerja diperluas. Kualitas tenaga kerja juga ditingkatkan

5. Kepercayaan investor meningkat 

6. UMR ditingkatkan

7. Fakir miskin dibantu

8. Usaha kecil dibina

9. Pabrik-pabrik yang terancam gulung tikar dibantu 

10. Fasilitas umum ditingkatkan, termasuk perbaikan layanan kesehatan, dan pendidikan yang terjangkau

11. Tidak akan ada lagi kasus warga depresi sampai bunuh diri akibat tekanan ekonomi, terjerat judol dan pinjol

12. Bisa bikin penjara yang membuat efek jera koruptor, bukan penjara yang disulap jadi hotel 

13. Lingkungan hidup yang rusak bisa segera dipulihkan walau tidak mungkin sampai pulih total. Ingat, bencana alam yang sering menimpa bangsa ini, akibat ulah oknum (salah satunya koruptor). Akibatnya, semua warga di sekitar bencana, mau yang baik atau jahat terkena dampaknya

14. Dan ujungnya, tingkat kriminalitas bisa menurun. Kriminalitas terjadi bukan semata akibat tekanan ekonomi, tapi juga kecemburuan sosial dan ketidakadilan hukum. Semua poin diatas bisa di-cover dari uang rampasan dari para koruptor ini. Negara harus lebih tegas memberantas segala macam bentuk korupsi, termasuk pungutan liar.


Mumpung di bulan suci Ramadan ini, semoga negara ini diberikan keberkahan, rakyatnya semakin sejahtera, pemimpinnya amanah, dan pemberantasan kasus kejahatan besar seperti korupsi harus sampai tuntas dengan penjatuhan hukuman yang lebih adil dan setimpal. Jangan hanya galaknya di awal saja.


Silakan mampir juga ke blog saya yang kedua (tentang kesehatan dan kemanusiaan, full text english), ketiga (tentang masalah dan solusi kelistrikan), serta keempat (tentang hewan peliharaan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya: 

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com 

Blog 4: petsvic.blogspot.com


40 komentar:

  1. Muy interesante. Te mando un beso.

    BalasHapus
  2. This sounds good to me: "providing sanctions by stripping the perpetrators and their families of their super luxurious lives is quite effective."
    Hugs and have a nice weekend!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you for your appreciation. Corruptors seem to be more afraid of full compensation and impoverishment than of prison sentences

      Hapus
  3. Setuju. Hukuman pemiskinan koruptor berikut mengganti kerugian negara dan rakyat sudah wajib hukumnya. Ulah koruptor membuat semakin suram nasib rakyat kecil. Ulah koruptor juga merusak SDA Indonesia yang melimpah karena tidak dikelola semestinya. Masalahnya pemerintah kita berani ga? Jangan hanya galak pas di awal, tapi mengecewakan saat pemberian hukumam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Sudah bikin sengsara rakyat, merusak alam pula. Padahal banyak negara lain iri dengan berlimpahnya sumber daya alam di Indonesia

      Hapus
  4. tadi baru terbaca di X... bukan RM56 bilion tp RM200++ bilion... fuhhhh... speechless dibuatnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah...
      terbayang sy bagaimana nasibnya di akhirat kelak...di dunia mereka mungkin terlepas hukuman...

      Hapus
  5. salam ramadan & selamat berpuasa untuk mas sekeluarga ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam ramadan juga. Semoga berkah untuk kita semua dan diberikan kelancaran dalam berpuasa. Aamiin🙏

      Hapus
    2. insya allah aminnn

      so far berpuasa... okey ke?

      Hapus
  6. memang yang paling ditunggu2 adalah hukuman untuk dirut patra niaga dkk ini. semoga nanti hasilnya akan sangat adil. menurut saya paling penting itu adalah dimiskinkan jika memang tidak dihukum mati. karena apa gunanya didenda sebesar apapun tapi kalau tidak dimiskinkan karena mereka sudah kaya, mungkin uang segitu tidak seberapa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan yang sama. Biarlah penjara 5 tahun juga, tapi bayar ganti rugi penuh sesuai yang dikorupsi, kerugian rakyat, dan lingkungan hidup. Kalau itu betul dilakukan rakyat Indonesia ga akan ada yang sengsara hidupnya

      Hapus
  7. Dimiskinkan dan harus mengganti kerugian negara. Kasihan rakyat yang selalu tertindas dan betadadi bawah. Semua harga kebutuhan mahal, PHK dimana-mana pajak naik dan sebagainya. Semoga badai segera berlalu dan rakyat sejahtera kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Sekarang sudah terlihat PHK massal, beberapa pabrik besar bangkrut. Pemerintah harus hadir demi menyelamatkan perekonomian Indonesia, bukan malah memberi angin kepada Koruptor sialan

      Hapus
  8. Geram banget emang lihat para koruptor ini. Rakyat susah kerja keras banting tulang, mereka enak-enakan aja korupsi pakai uang rakyat. Semoga hukum di negeri ini bisa adil seadil-adilnya mengadili para koruptor. Setuju kurangi pajak yang memberatkan rakyat, kalau hasilnya hanya untuk ngasih makan mereka, huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Yang ada di mindset koruptor toh hukuman pun bisa dibeli, penjara bisa dibeli disulap jadi kamar hotel, toh ga mungkin berani nerapin hukuman mati. Tapi ulah mereka membuat rakyat kecil semakin sengsara

      Hapus
  9. Hukuman setimpal itu potong tangan mungkin ya, klo dalam hukum Islam. Karena korupsi kan sama dengan mencuri. Ya tapi gak bisa juga diberlakukan di sini krn bukan negara Islam kan.. . Sedih jdnya klo denger berita koruptor makin merajalela di negara ini.. hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Hukuman secara syariat ini juga berbenturan dengan masalah HAM seperti halnya hukuman mati. Tapi melihat efek jeranya, kalau tegas bisa saja diterapkan karena ulah Koruptor sendiri sudah melanggar HAM rakyat kecil. Bagi oknum aparat penegak hukum, koruptor ibarat aset potensial yang harus diberdayakan dan dihormati

      Hapus
  10. Harta yang mereka ambil dari rakyat harus dikembalikan ke rakyat dong. Ga boleh ke luar negeri untuk kabur, semua fasilitas diambil, supaya mereka jera dan yang lain yang belum ketahuan juga takut melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idealnya seperti itu. Ga ada lagi koruptor masih bisa senyum-senyum seolah-olah semuanya bisa diatur dengan uang

      Hapus
  11. Querido amigo, interesante y real post.
    La corrupción avanza cada vez mas y los pueblos pasan miserias mientras unos pocos viven como reyes.
    Espero y quiero creer que un día alguien le pondrá fin a todos estos ladrones que juegan con el hambre de niños, ancianos, son la vergüenza de la sociedad.
    Siempre es una delicia leerte.
    Te dejo todo mi cariño y besos
    ♥️¸.•*¨)¸.•*¨)
    (¸.•´.¸.•´♥️

    BalasHapus
    Balasan
    1. La clave es proporcionar un castigo más apropiado, especialmente si se puede empobrecer

      Hapus
  12. beberapa minggu ini dengar berita buruk terus, sampe pusing dan mual :( kok bisa negara ini makin terpuruk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih ketika berita tentang kelakuan pejabat negara di negari ini lebih banyak toksiknya. Semoga saja pemberian hukuman untuk koruptor lebih tegas dan setimpal

      Hapus
  13. Querido amigo, que pases un feliz fin de semana, con mucho amor, sé feliz.
    No me olvido del amigo que dejo huellas en mi.
    ♥️Abrazos y te dejo besitos♥️

    BalasHapus
  14. Koruptor di negeri ini nggak ada habisnya, malah kian subur karena hukuman yang terlalu ringan. Berharap banyak agar penegak hukun di negeri ini lebih adil, huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan yang sama. Apalagi jika hukuman pemisikinan ditegakkan

      Hapus
  15. korupsinya masih merajalela dan susah diberantas,
    entah sampai kapan ya
    yang terbaru dari pertamina dan antam,
    sampai sekarang menghilangkan korupsi susah banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Sudah seperti membudaya. Harus ada efek jera mulai dari pemberian hukuman, penjara khusus, sampai sanksi sosial

      Hapus
  16. Bom dia, Vicky
    Que a justiça seja feita no teu país e no mundo, obrigada pela visita, um forte abraço.

    BalasHapus
  17. Korupsi di Indonesia sudah merugikan negara dan rakyat dalam jumlah yang luar biasa besar. Hukuman yang diberikan seharusnya benar-benar setimpal agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya. Jika hukuman masih terasa ringan, maka para koruptor akan terus merasa aman untuk melakukan kejahatannya. Selain itu, penerapan aturan seperti perampasan aset koruptor bisa menjadi solusi yang lebih efektif, sehingga negara bisa memulihkan sebagian kerugian akibat tindakan mereka. Semoga ke depannya hukum bisa ditegakkan dengan lebih adil dan tegas, demi kesejahteraan rakyat dan masa depan Indonesia yang lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mikirnya kalau hukuman ringan, penjara sekian tahun koruptor akan berpandangan toh nanti ada remisi, toh penjaranya bisa dibeli disulap jadi kamar hotel, toh oknum petugas berwenang bisa disogok agar bisa bepergian keluar penjara di waktu tertentu. Kuncinya memang di pemberatan hukuman

      Hapus
  18. jujur saya sekarang masih kesal sama yang pertamina
    sampai segala aspek dikorupsiin
    tapi dengan merugikan sampai sebesar itu
    hukumannya lo biasa2 aja,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum selesai kasus pertamina, melebar ke bumn lain. Selama akar masalahnya belum diselesaikan dan pemberian hukumannya ringan, korupsi akan terus ada di Indonesia

      Hapus
  19. Belo blog, amigo! Meu abraço, boa semana.

    BalasHapus

1. Silakan berkomentar secara bijak
2. Terbuka terhadap masukan untuk perbaikan blog ini
3. Niatkan blogwalking dan saling follow blog sebagai sarana silaturahim dan berbagi ilmu/kebaikan yang paling simpel. Semoga berkah, Aamiin :)😇
4. Ingat, silaturahim memperpanjang umur...blog ;)😜

Manajemen Puasa saat Mudik Lebaran

Bagaimana ibadah puasanya kawan? Semoga tetap semangat, dilancarkan semua ibadahnya, berkah, mudiknya selamat, silaturahimnya terjaga, Lebar...